Translate

Kamis, 27 November 2014

Ketahui kekuatan.. Ciptakan harapan...

"Layaknya menaiki sepeda, pastilah kita mencari jalan yang mulus tidak berlobang. Meski terkadang melewati lobang, tentu kita segera berusaha melewati lobang mencapai jalan yang mulus untuk melanjutkan perjalanan".

Analogi positif di atas, idealnya diaplikasikan secara sadar oleh manusia, sehingga energi yang ada digunakan untuk mencari kekuatan dan kemampuan diri. Dengan mengetahui kekuatan maka sudah lebih maju selangkah daripada mengetahui kekurangan atau masalah. Kekuatan yang telah diketahui dapat dimaksimalkan untuk melakukan perubahan menuju perbaikan. 

Pada umumnya, manusia cenderung mencari masalah atau kekurangan saat mengawali suatu aktifitas. Hal tersebut memang bukan sebuah kesalahan, tapi memperlambat tercapainya keberhasilan, karena lebih fokus pada mencari lobang daripada mencari jalan yang mulus. Padahal dengan jalan mulus mempercepat sampai di tujuan.


3 tempat keramat

"Pengen ke suatu tempat nih.." ungkapan seperti ini acap kali kita dengar dari orang-orang yang bergelut dengan aktifitas rutin sehari-hari. Keinginan untuk mencari tempat yang dapat menghilangkan kejenuhan dan bisa mengembalikan semangat baru membayangi pikiran.

Ada 3 tempat yang bagi saya keramat karena dapat memberikan ketenangan, yaitu tempat ibadah, perpustakaan dan pasar. Karena saya muslim, maka tempat ibadah saya adalah mesjid. Ada rasa yang berbeda ketika kita berada di mesjid, meskipun hanya sekedar duduk, apalagi melakukan ibadah.

berlanjut...

Rabu, 03 Oktober 2012

Fabiayyi alaa`i Rabbikumaa tukadzdzibaan


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

4 hari berinteraksi dengan diri sendiri.. 
Apakah pantas mengeluhkan rasa sakit ditenggorokan? Padahal hikmahnya, agar aku menahan hawa nafsu untuk tidak memamah biak segalanya....
Apakah pantas mengeluhkan rasa sakit dibahagian kepala? Padahal hikmahnya agar aku menahan hawa nafsu untuk tidak memikirkan hal yang negatif....
Apakah pantas mengeluhkan rasa sakit dibadan? Padahal hikmahnya, agar aku bisa menikmati waktu lebih panjang bersama pangeranku...

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 


Kamis, 29 Desember 2011

Nikmat liburan

Barangkali bagi sebahagian orang yang mendapatkan hari libur natal dan tahun baru akan merasakan nikmat ketika bisa berlibur bersama keluarga. Pergi ke sebuah tempat wisata atau berkunjung ke rumah keluarga lainnya.
Namun, kenikmatan yang kurasa berbeda, pasti berbeda karena kantor tempat aku bekerja tidak memberikan libur panjang. Nikmat yang kurasa adalah bisa berangkat ke kantor dengan angkutan umum dan dapat tempat duduk, tidak perlu menyambung busway karena jalanan sepi, sehingga tidak ada kemacetan yang biasanya kuhindari dengan menaiki busway. Lebih capat sampai, dan tidak perlu berjalan jauh, karena bisa berhenti lebih dekat dengan simpang kantorku, biasanya dari shelter busway harus berjalan lebih jauh.
Yah, itulah nikmat libur yang kudapat, libur dari kemacetan dan waktu yang panjang.  

Sabtu, 24 Desember 2011

Cium Sayang

Sudah kesekian kalinya aku melihat warung itu. Yang dipajang hanyalah makanan dan minuman ringan, dan rokok. Tapi aku menduga kalau warung itu juga digunakan sebagai tempat tinggal. Tampak dibelakang warung, disusun barang-barang keperluan rumah tangga dan jemuran. Dugaanku diperkuat karena aku juga melihat perempuan bersama anaknya yang sesekali didatangi oleh seorang laki-laki yang kuyakin adalah ayah dari anak tersebut.
Terlintas dibenakku, bagaimanakah perkembangan anak itu dengan lingkungan dan kondisi yang dihadapinya. Rasanya kenyamanan dan kebahagiaannya telah direnggut dengan keberadaan orang tuanya.
Namun, malam ini aku menyaksikan kejadian yang membuat aku terenyuh. Anak itu sangat menikmati bermain dengan bonekanya dalam warung yang sempit itu. Sesekali terlihat dia berbicara dengan bonekanya. Tiba-tiba  ayahnya menghampiri dan duduk tepat di pintu keluar warung. Beberapa saat kemudian anak itu meminta izin kepada ayahnya untuk keluar dari warung. Aku tidak tau persis apa yang terjadi, tapi yang kutangkap ayahnya agak sedikit marah. Namun, anak itu terdiam sejenak, lalu mencium kedua pipi ayahnya. Nyesss.. rasanya dadaku bergetar..
"Tiada seorang anak pun yang lahir, kecuali ia dilahirkan dalam keadaan fitrah" (HR. Bukhari-Muslim)
Yah.. aku sangat meyakini itu, karena fitrahnya seorang anak membutuhkan kasih sayang dan mengekspresikan kasih sayang yang dimilikinya. Orang tualah yang memiliki peran penting utk memenuhi kasih sayang seorang anak.

Kamis, 22 Desember 2011

Mengenang Pemilik Tempat Kesaksian

Yang kuingat tempat itu sempit dan gelap, sangat sering aku merasa kesulitan utk menegakkan kepala, meluruskan kaki dan tanganku. Terkadang tanpa sengaja, karena sesekali aku ingin meluruskan kaki, akhirnya aku menendang dinding lembut yang menutupi tempat itu. Ketika aku mendapatkan mainan tali ditempat itu, dengan senangnya aku bermain, berputar, sampai aku tertidur kembali. Meskipun aku berada di tempat yang sempit dan gelap, aku tidak pernah kekurangan makanan, berlebih malah. Aku memang belum bisa mengunyah makanan, tapi aku menerimanya dari tali yang sering kujadikan mainan. berhari-hari, berminggu, dan berbulan aku melewati rutinitas di tempat itu. Di tempat itu jugalah aku menerima ruh dan bersaksi atas keberadaan-Nya.

Untuk itu semua, aku ingin mengucapkan "terima kasih Mama...". Dengan ikhlas Mama memberikan tempat itu untukku, membawaku kemana-mana, mengalirkan makanan bergizi, meski aku sering menyakiti Mama, tapi Mama malah menanti kehadiranku.. "Mohon maaf Ma", atas salah yang telah ku perbuat dan sampai saat ini aku belum bisa memenuhi cita-cita tertinggi Mama.

"Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani soghiro"

Lindungilah Mamaku ya Allah..