Berat memang... tapi aku harus mempersiapkan diri dari sejak dini. Mungkin ini tidak dapat dilakukan oleh banyak perempuan, itu juga yang mungkin membuat aku ingin berbeda dari perempuan lainnya. :)
Sejak awal, harapanku hanya ingin menyaksikan kehadiran Tuhan dalam dirinya, hingga pengabdianku sebagai hamba dan pendamping hidup menjadi sempurna. Namun, kesaksiannya malam tadi telah menghapus senyum dan memupuskan harapan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... lau haula walaa quwwata illa billah...
Rabbi adkhilni mudkhala sidqin wa akhrijni mukhraja sidqin waj'alli min ladunka shultonan nashiiro..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar