Translate

Senin, 25 Juli 2011

Kesaksian Yang Menghapus Senyum

Setelah membutuhkan waktu cukup lama untuk menyusun kata-kata yang menggambarkan kelapangan hati dan kejernihan pikiranku dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga, akhirnya dengan lancar aku telah menyampaikan apa yang terpendam selama ini kepadanya.
Berat memang... tapi aku harus mempersiapkan diri dari sejak dini. Mungkin ini tidak dapat dilakukan oleh banyak perempuan, itu juga yang mungkin membuat aku ingin berbeda dari perempuan lainnya. :)

Sejak awal, harapanku hanya ingin menyaksikan kehadiran Tuhan dalam dirinya, hingga pengabdianku sebagai hamba dan pendamping hidup menjadi sempurna. Namun, kesaksiannya malam tadi telah menghapus senyum dan memupuskan harapan. 

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... lau haula walaa quwwata illa billah...
Rabbi adkhilni mudkhala sidqin wa akhrijni mukhraja sidqin waj'alli min ladunka shultonan nashiiro..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar